Kamis, 29 Mei 2014

makalah kritik sastra merlyn


Karya sastra diciptakan orang jauh sebelum orang memikirkan hakekat sastra. Berdasarkan pengertian akan apa hakekat sastra. Sastra itu sebagai pengungkapan baku dari apa yang telah disaksikan orang dalam kehidupan, apa yang telah direnungkan dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang paling menarik minat secara langsung lagi kuat. Pada hakekatnya sastra adalah suatu pengungkapan kehidupan lewat bentuk bahasa (Hardjana, 1985:10).

 
-------------

makalah kritik sastra merlyn



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Karya sastra diciptakan orang jauh sebelum orang memikirkan hakekat sastra. Berdasarkan pengertian akan apa hakekat sastra. Sastra itu sebagai pengungkapan baku dari apa yang telah disaksikan orang dalam kehidupan, apa yang telah direnungkan dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang paling menarik minat secara langsung lagi kuat. Pada hakekatnya sastra adalah suatu pengungkapan kehidupan lewat bentuk bahasa (Hardjana, 1985:10).
Sastra lahir disebabkan oleh dorongan minat pada sesama manusia, untuk menaruh minat pada dunia realitas tempat hidupnya yang berlangsung sepanjang hari dan sepanjang zaman, dan pada dunia angan-angan yang dikhayalkan pada dunia nyata. Dengan kata lain, sastra lahir karena dorongan-dorongan azasi yang sesuai dengan kodrat insaniah orang sebagai manusia. Sastra yang telah dilahirkan oleh para sastrawan diharapkan dapat memberikan kepuasan estetik dan kepuasan intelek bagi khalayak pembaca. Tetapi seringkali karya sastra itu tidak mampu dinikmati dan dipahami sepenuhnya oleh sebagian besar anggota masyarakat.
Dalam hal ini perlu adanya penelaah dan penelitian sastra (Semi,1993:1). Dorongan dasar untuk mengungkapkan dirinya tersebut pada dasarnya lebih didorong oleh keinginan manusia untuk selalu memperhatikan perilaku yang beragam. Bila ingin mengenal dan melihat manusia lebih dalam dan lebih jauh diperlukan psikologi(Semi, hal 76). Dengan demikian tampak hubungan antara sastyra dengan psikologi. Namun demikian untuk menemukan dan mengetahui hubungan antara sastra dan psikologi perlu adanya penelahan dan penelitian, mengingat tidak semua pembaca dapat memahami karya sastra secara baik tanpa adanya bantuan dari orang lain.
Karya sastra merupakan sebuah karya imaginer yang membutuhkan tafsiran-tafsiran untuk memperoleh makna yang sesuai dengan apa yang ada dalam karya tersebut, dalam menafsirkan karya sastra tentu membutuhkan berbagai teori yand dianggap sesuai ubtuk dapat menemukan makna dengan cara menganalisis karya satra baik melalui unsure-unsur pembangunnya maupun dari unsur –unsur yang lain.
Keterkaitanya analisis dengan kritik satra sangat erat dimana analisis karya sastra merupakan cara yang baik untuk mengkritik suatu karya satra, tanpa adanya analisis dahulu sebelum mengkritik maka kritikan tersebut dianggap tidak bermutu atau hanya sekedar mengkritik tanpa mengetahui kaidah-kaidah dalam mengkritik suatu karya sastra, karena banyaknya teori untuk melakukan analisis terhadap karya sastra maka pada makalah ini hanya akan membahas teori terapan:aliran ergosentrik yang mencakup beberapa kritik sastra di dalamnya.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimanakah Sejarah Kritik Merlyn ?
2.      Bagaimanakah cara kelompok Merlyn mengkritik karya sastra ?
3.      Bagaimanakah contoh kritik Merlyn terhadap suatu karya sastra ?
C.    Tujuan
1.      Memahami sejarah kritik Merlyn.
2.      Memahami cara kelompok Merlyn mengkritik suatau karya sastra.
3.      Memahami contoh kritik Merlyn.
D.    Manfaat
1.      Dapat mengetahui sejarah kritik Merlyn.
2.      Dapat mengetahui cara kelompok Merlyn mengkritik suatu karya sastra.
3.      Dapat mengetahui contoh kritik Merlyn.















BAB II
PEMBAHASAN
A.    Kritik Merlyn
Di negeri Belanda majalah Merlyn (nama seorang resi dari legenda Raja Arthur) telah menjadi terkenal karena menafsirkan puisi dan novel-novel Belanda secara ergosentrik. Majalah ini terbit antara tahun 1962-1966.
Yang sangat penting bagi kelompok Merlyn ialah mengeluarkan pendapat-pendapat yang dapat dicek. Kelompok Merlyn telah berjasa sekali dengan membuat analisa-analisa cerdas mengenai puisi yang kelihatan mudah, tetapi yang sebetulnya sukar.
B.     Kritik Merlyn terhadap Karya Sastra
Pendekatan yang dilakukan Merlyn mewakili suatu pendekatan terhadap sastra yang memusatkan perhatian kepada karya itu sendiri dalam menafsirkan karya sastra.
Menurut aliran ini, penafsiran atas karya sastra pertama-tama haruslah menurut data yang terdapat dalam karya sastra itu sendiri. Jadi, yang menjadi sasaran kritikus sastra–menurut kelompok ini–adalah analisa kesastraan, yang kemudian berdasarkan data kesastraan itu memberikan penilaiannya.. Kelompok ini mempergunakan pendekatan ilmiah dalam menafsirkan teks. bagi mereka, setiap penafsiran atau penilaian harus dapat dicek dan didukung dan diperkuat bukti-bukti.
Kelompok Merlyn tidak banyak menaruh perhatian secara sistematik bagi komunikasi sastra, yang mereka tuntut adalah otonomi karya sastra, yang menjadi titik balik mereka adalah situasi membaca bukan menulis. Terdapat sebuah teks sastra “yang digumuli oleh pembaca.
Merlyn memperhatikan ciri-ciri yang khas bagi sastra. Yang menjadi sasaran seorang kritikus ialah analisa kesastraan lalu dengan bertumpu pada analisa itu, kemudian memberikan penilaiannya. Cara Max Havelaar, karya Multatuli itu, disusun dan bagian-bagiannya kait mengait, menentukan nilai sastranya. Yang merupakan criteria dalam penafsiran itu ialah kesatuan karya, serta konsistensi psikologi dalam komposisi, gaya dan “psikologi”.
Bagi kelompok Merlyn itu, sebuah karya sastra didekati dengan tepat bila kita mempergunakan analisa structural. Menurut definisi mereka struktur itu ialah “cara yang unik segala aspek bentuk dan isi kait-mengait”. Kebertautan yang unik itu dapat kita temukan dengan mengadakan close reading, yaitu cara membaca yang bertitik tolak dari pendapat, “bahwa setiap bagian teks menduduki tempat di dalam seluruh struktur sehingga kait-mengait secara logika.
Teori struktural memiliki prinsip-prinsip dasar yaitu diantaranya:
a.      Karya sastra merupakan sesuatu yang otonom atau berdiri sendiri .
b.     Karya sastra merupakan sebuah struktur yang terdiri dari unsur-unsur pembangun karya sastra .
c.     Makna sebuah karya sastra hanya dapat diungkapkan atas jalinan atau keterpaduan antarunsur.
Teori struktural memandang teks sastra sebagai satu struktur dan antar unsurnya merupakan satu kesatuan yang utuh, terdiri dari unsur-unsur yang saling terkait, yang membangun satu kesatuan yang lengkap dan bermakna.  Menurut Abrams, teori struktural adalah bentuk pendekatan yang obyektif karena pandangan atau pendekatan ini memandang karya sastra sebagai suatu yang mandiri. Ia harus dilihat sebagai obyek yang berdiri sendiri, yang memiliki dunia sendiri, oleh sebab itu kritik yang dilakukan atas suatu karya sastra merupakan kajian intrinsik semata.
Efek sebuah karya sastra ditentukan oleh apa yang dapat diperbuat dari pembaca dengan teks itu. Bagi seorang pembaca sebuah karya sastra penting bila “ketegangannya sendiri, termasuk masalah-masalah yang hidup dalam kesadarannya, ditampakkan dalam karya itu, yang buat situasi si pembaca, tetapi yang dapat dihayatinya”.
C.    Analisis puisi yang dilakukan dengan kritik Merlyn
Dalam penerapnya tentu dibutuhkan adanya analisis terhadap puisi atau karya sastra berikut contoh analisi yang dilakukan dengan kritik Merlyn. pada puisi Balada Nabi Nuh” karya Taufiq Ismail.
BALADA NABI NUH
Gemuruh air jadi lautan
Gemuruh dunia yang tenggelam
Gemuruh air jadi lautan
Gemuruh dunia yang tenggelam

Wahai kaum yang nestapa
Wahai anakku yang malang
Wahai kaum yang nestapa
Wahai anakku yang malang
Oooh Nabi Nuh
(Taufiq Ismail Balada Nabi-Nabi, Gema Nada Pertiwi)

Judul sajak di atas ’Balada Nabi Nuh’ kata balada berarti sajak , cerita, kisah sederhana yang mengkisahkan cerita rakyat, bersifat romantis, mengharukan dalam bentuk nyanyian. Tradisi balada barat berpola rima a-b a-b.Nabi Nuh adalah nama nabi ketiga setelah Adam dan Idris yang tercatat dalam kitab perjanjian lama dan Alquran.
”gemuruh air jadi lautan ” mempresentasika keadaan datangnya banjir dahsyat yang membuat alam menderu.”gemuruh dunia yang tenggelam” karena besarnya air yang adtaang maka permukaan bumi tenggelam di iringi deru air, gaduh , hiruk-pikuk, jerit tangis manusia saat itu.”tenggelam” berati karam ’terbenam air takl terlihat, hilang bentuk. Sebuah gambaran yang seram bahwa bumi dan manusia diliputi air. ”wahai kaum yang nestapa ” sang narator menyapa, berseru, kepada suku, kaum,umat Nabi Nuh. ”Wahai anakku yang malang” seruan ini untuk anak yang malang, anak yang tidak penurut anak yang membangkan ajakan orang tuanya hingga membuat dirinya celaka akibat perbuatanya sendiri yang tidak mempercayai ajakan orang tuanaya. Hingga akhirnya iapun tenggelam bersama orang-orang yang tidak mempercayai kata-kata sang Nabi. ”oooh Nabi Nuh ” kehadiran nabi Nuh dalam sajak ini memberikan presentasi yang mewakili Nabi-Nabi diantaranya ialah dirinya sendiri dalam sejarah kehancuran umat manusia karena ditenggelamkan dalam air yang begitu dahsyat.












BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Bagi kelompok Merlyn itu, sebuah karya sastra didekati dengan tepat bila kita mempergunakan analisa structural. Menurut definisi mereka struktur itu ialah “cara yang unik segala aspek bentuk dan isi kait-mengait”. Kebertautan yang unik itu dapat kita temukan dengan mengadakan close reading, yaitu cara membaca yang bertitik tolak dari pendapat, “bahwa setiap bagian teks menduduki tempat di dalam seluruh struktur sehingga kait-mengait secara logika.
B.     Saran
Makalah ini kami hadirkan sebagai alat yang dapat membantu proses belajar mengajar. Makalah ini dibuat berdasarkan data-data yang saya kumpulkan. Meskipun demikian, saya sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu saya harapkan kritik dan saran yang dapat membangun dari kesempurnaan edisi selanjutnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar