Karya sastra diciptakan orang jauh sebelum orang memikirkan hakekat sastra. Berdasarkan pengertian akan apa hakekat sastra. Sastra itu sebagai pengungkapan baku dari apa yang telah disaksikan orang dalam kehidupan, apa yang telah direnungkan dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang paling menarik minat secara langsung lagi kuat. Pada hakekatnya sastra adalah suatu pengungkapan kehidupan lewat bentuk bahasa (Hardjana, 1985:10).
-------------
makalah kritik sastra merlyn
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Karya
sastra diciptakan orang jauh sebelum orang memikirkan hakekat sastra.
Berdasarkan pengertian akan apa hakekat sastra. Sastra itu sebagai pengungkapan
baku dari apa yang telah disaksikan orang dalam kehidupan, apa yang telah
direnungkan dan dirasakan orang mengenai segi-segi kehidupan yang paling
menarik minat secara langsung lagi kuat. Pada hakekatnya sastra adalah suatu
pengungkapan kehidupan lewat bentuk bahasa (Hardjana, 1985:10).
Sastra
lahir disebabkan oleh dorongan minat pada sesama manusia, untuk menaruh minat
pada dunia realitas tempat hidupnya yang berlangsung sepanjang hari dan
sepanjang zaman, dan pada dunia angan-angan yang dikhayalkan pada dunia nyata.
Dengan kata lain, sastra lahir karena dorongan-dorongan azasi yang sesuai
dengan kodrat insaniah orang sebagai manusia. Sastra yang telah dilahirkan oleh
para sastrawan diharapkan dapat memberikan kepuasan estetik dan kepuasan
intelek bagi khalayak pembaca. Tetapi seringkali karya sastra itu tidak mampu dinikmati
dan dipahami sepenuhnya oleh sebagian besar anggota masyarakat.
Dalam
hal ini perlu adanya penelaah dan penelitian sastra (Semi,1993:1). Dorongan
dasar untuk mengungkapkan dirinya tersebut pada dasarnya lebih didorong oleh
keinginan manusia untuk selalu memperhatikan perilaku yang beragam. Bila ingin
mengenal dan melihat manusia lebih dalam dan lebih jauh diperlukan
psikologi(Semi, hal 76). Dengan demikian tampak hubungan antara sastyra dengan
psikologi. Namun demikian untuk menemukan dan mengetahui hubungan antara sastra
dan psikologi perlu adanya penelahan dan penelitian, mengingat tidak semua
pembaca dapat memahami karya sastra secara baik tanpa adanya bantuan dari orang
lain.
Karya
sastra merupakan sebuah karya imaginer yang membutuhkan tafsiran-tafsiran untuk
memperoleh makna yang sesuai dengan apa yang ada dalam karya tersebut, dalam
menafsirkan karya sastra tentu membutuhkan berbagai teori yand dianggap sesuai
ubtuk dapat menemukan makna dengan cara menganalisis karya satra baik melalui
unsure-unsur pembangunnya maupun dari unsur –unsur yang lain.
Keterkaitanya
analisis dengan kritik satra sangat erat dimana analisis karya sastra merupakan
cara yang baik untuk mengkritik suatu karya satra, tanpa adanya analisis dahulu
sebelum mengkritik maka kritikan tersebut dianggap tidak bermutu atau hanya
sekedar mengkritik tanpa mengetahui kaidah-kaidah dalam mengkritik suatu karya
sastra, karena banyaknya teori untuk melakukan analisis terhadap karya sastra
maka pada makalah ini hanya akan membahas teori terapan:aliran ergosentrik yang
mencakup beberapa kritik sastra di dalamnya.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimanakah
Sejarah Kritik Merlyn ?
2. Bagaimanakah
cara kelompok Merlyn mengkritik karya sastra ?
3. Bagaimanakah
contoh kritik Merlyn terhadap suatu karya sastra ?
C.
Tujuan
1. Memahami
sejarah kritik Merlyn.
2. Memahami
cara kelompok Merlyn mengkritik suatau karya sastra.
3. Memahami
contoh kritik Merlyn.
D.
Manfaat
1. Dapat
mengetahui sejarah kritik Merlyn.
2. Dapat
mengetahui cara kelompok Merlyn mengkritik suatu karya sastra.
3. Dapat
mengetahui contoh kritik Merlyn.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Kritik
Merlyn
Di
negeri Belanda majalah Merlyn (nama seorang resi dari legenda Raja Arthur)
telah menjadi terkenal karena menafsirkan puisi dan novel-novel Belanda secara
ergosentrik. Majalah ini terbit antara tahun 1962-1966.
Yang
sangat penting bagi kelompok Merlyn ialah mengeluarkan pendapat-pendapat yang
dapat dicek. Kelompok Merlyn telah berjasa sekali dengan membuat
analisa-analisa cerdas mengenai puisi yang kelihatan mudah, tetapi yang
sebetulnya sukar.
B.
Kritik
Merlyn terhadap Karya Sastra
Pendekatan
yang dilakukan Merlyn mewakili suatu pendekatan terhadap sastra yang memusatkan perhatian
kepada karya itu sendiri dalam menafsirkan karya sastra.
Menurut
aliran ini, penafsiran atas karya sastra pertama-tama haruslah menurut data
yang terdapat dalam karya sastra itu sendiri. Jadi, yang menjadi sasaran
kritikus sastra–menurut kelompok ini–adalah analisa kesastraan, yang kemudian
berdasarkan data kesastraan itu memberikan penilaiannya.. Kelompok ini mempergunakan pendekatan ilmiah dalam menafsirkan
teks. bagi mereka, setiap penafsiran atau penilaian harus dapat dicek dan
didukung dan diperkuat bukti-bukti.
Kelompok
Merlyn tidak banyak menaruh perhatian secara sistematik bagi komunikasi sastra,
yang mereka tuntut adalah otonomi karya sastra, yang menjadi titik balik mereka
adalah situasi membaca bukan menulis. Terdapat sebuah teks sastra “yang
digumuli oleh pembaca.
Merlyn
memperhatikan ciri-ciri yang khas bagi sastra. Yang menjadi sasaran seorang
kritikus ialah analisa kesastraan lalu dengan bertumpu pada analisa itu, kemudian
memberikan penilaiannya. Cara Max Havelaar, karya Multatuli itu, disusun dan
bagian-bagiannya kait mengait, menentukan nilai sastranya. Yang merupakan
criteria dalam penafsiran itu ialah kesatuan karya, serta konsistensi psikologi
dalam komposisi, gaya dan “psikologi”.
Bagi
kelompok Merlyn itu, sebuah karya sastra didekati dengan tepat bila kita
mempergunakan analisa structural. Menurut definisi mereka struktur itu ialah
“cara yang unik segala aspek bentuk dan isi kait-mengait”. Kebertautan yang unik
itu dapat kita temukan dengan mengadakan close reading, yaitu cara membaca yang
bertitik tolak dari pendapat, “bahwa setiap bagian teks menduduki tempat di
dalam seluruh struktur sehingga kait-mengait secara logika.
Teori struktural
memiliki prinsip-prinsip dasar yaitu diantaranya:
a. Karya sastra merupakan sesuatu yang otonom atau berdiri sendiri .
b. Karya
sastra merupakan sebuah struktur yang terdiri dari unsur-unsur pembangun karya
sastra .
c. Makna
sebuah karya sastra hanya dapat diungkapkan atas jalinan atau keterpaduan
antarunsur.
Teori struktural memandang teks sastra sebagai satu struktur dan antar
unsurnya merupakan satu kesatuan yang utuh, terdiri dari unsur-unsur yang
saling terkait, yang membangun satu kesatuan yang lengkap dan bermakna.
Menurut Abrams, teori struktural adalah bentuk pendekatan yang obyektif karena
pandangan atau pendekatan ini memandang karya sastra sebagai suatu yang
mandiri. Ia harus dilihat sebagai obyek yang berdiri sendiri, yang memiliki
dunia sendiri, oleh sebab itu kritik yang dilakukan atas suatu karya sastra
merupakan kajian intrinsik semata.
Efek
sebuah karya sastra ditentukan oleh apa yang dapat diperbuat dari pembaca
dengan teks itu. Bagi seorang pembaca sebuah karya sastra penting bila “ketegangannya
sendiri, termasuk masalah-masalah yang hidup dalam kesadarannya, ditampakkan
dalam karya itu, yang buat situasi si pembaca, tetapi yang dapat dihayatinya”.
C.
Analisis puisi yang dilakukan dengan
kritik Merlyn
Dalam
penerapnya tentu dibutuhkan adanya analisis terhadap puisi atau karya sastra
berikut contoh analisi yang dilakukan dengan kritik Merlyn. pada puisi Balada
Nabi Nuh” karya Taufiq Ismail.
BALADA
NABI NUH
Gemuruh air jadi lautan
Gemuruh dunia yang
tenggelam
Gemuruh air jadi lautan
Gemuruh dunia yang
tenggelam
Wahai kaum yang nestapa
Wahai anakku yang
malang
Wahai kaum yang nestapa
Wahai anakku yang
malang
Oooh Nabi Nuh
(Taufiq Ismail Balada Nabi-Nabi, Gema
Nada Pertiwi)
Judul sajak di atas ’Balada Nabi Nuh’
kata balada berarti sajak , cerita, kisah sederhana yang mengkisahkan cerita
rakyat, bersifat romantis, mengharukan dalam bentuk nyanyian. Tradisi balada
barat berpola rima a-b a-b.Nabi Nuh adalah nama nabi ketiga setelah Adam dan
Idris yang tercatat dalam kitab perjanjian lama dan Alquran.
”gemuruh air jadi lautan ”
mempresentasika keadaan datangnya banjir dahsyat yang membuat alam
menderu.”gemuruh dunia yang tenggelam” karena besarnya air yang adtaang maka
permukaan bumi tenggelam di iringi deru air, gaduh , hiruk-pikuk, jerit tangis manusia
saat itu.”tenggelam” berati karam ’terbenam air takl terlihat, hilang bentuk.
Sebuah gambaran yang seram bahwa bumi dan manusia diliputi air. ”wahai kaum
yang nestapa ” sang narator menyapa, berseru, kepada suku, kaum,umat Nabi Nuh.
”Wahai anakku yang malang” seruan ini untuk anak yang malang, anak yang tidak
penurut anak yang membangkan ajakan orang tuanya hingga membuat dirinya celaka
akibat perbuatanya sendiri yang tidak mempercayai ajakan orang tuanaya. Hingga
akhirnya iapun tenggelam bersama orang-orang yang tidak mempercayai kata-kata
sang Nabi. ”oooh Nabi Nuh ” kehadiran nabi Nuh dalam sajak ini memberikan
presentasi yang mewakili Nabi-Nabi diantaranya ialah dirinya sendiri dalam
sejarah kehancuran umat manusia karena ditenggelamkan dalam air yang begitu
dahsyat.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bagi
kelompok Merlyn itu, sebuah karya sastra didekati dengan tepat bila kita
mempergunakan analisa structural. Menurut definisi mereka struktur itu ialah
“cara yang unik segala aspek bentuk dan isi kait-mengait”. Kebertautan yang
unik itu dapat kita temukan dengan mengadakan close reading, yaitu cara membaca
yang bertitik tolak dari pendapat, “bahwa setiap bagian teks menduduki tempat
di dalam seluruh struktur sehingga kait-mengait secara logika.
B.
Saran
Makalah
ini kami hadirkan sebagai alat yang dapat membantu proses belajar mengajar.
Makalah ini dibuat berdasarkan data-data yang saya kumpulkan. Meskipun
demikian, saya sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan untuk itu
saya harapkan kritik dan saran yang dapat membangun dari kesempurnaan edisi
selanjutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar